_________________________________________________________ "hal yang tidak penting, tabu, dan layak untuk diperbincangkan"


Identitas Konseli
Nama               : Halimatus Sa’diah
Umur               : 19 tahun
Pendidikan       : Mahasiswi
Jenis kelamin   : Perempuan
Alamat                         : JL.Karang Asem RT 05 RW 02, Surabaya
Narasi :
Halimah adalah seorang mahasiswi baru sebuah universitas di surabaya, dia merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Halimah tinggal di lingkungan yang agamis dan religius, ayahnya seorang Ustadz dan ibunya seorang guru agama di Sekolah Dasar. Sebelumnya Halimah adalah seorang siswi Madarasah Aliyah di jombang.
Halimah bercita-cita ingin menjadi seorang penulis sehingga ia melanjutkan kuliah di Fakultas Bahasa dan Sastra sebuah Universitas di Surabaya. Ketika ia memulai lingkungan baru di perkuliahan, ia mengalami kesulitan beradaptasi karena lingkungan kampusnya berbeda jauh dengan lingkungan sebelumnya yang kental dengan nilai-nilai religius.
Akhirnya Halimah memutuskan untuk menemui seorang Konselor di kampusnya berharap ia bisa menyelesaikan permasalahannya dengan mengikuti konseling.





No

Pelaku Konseling

Dialog

Keterampilan Dasar Konseling

Keterangan

1
Konseli
Assalamuallaikum...


Konselor
Waalaikumsallam...

Konselor berdiri dan berjabat tangan dengan konseli


2
Konseli
Maaf pak mengganggu waktu bapak, apakah bapak ada waktu untuk konseling?


Konselor
Oh tentu saja ada, kebetulan bapak sedang tidak sibuk, mari silakan duduk
Acceptance / rapport
Mempersilakan konseli duduk

3

Konseli
Terimakasih pak...


Konselor 
Bapak senang bertemu dengan kamu, bagaimana kabar kamu hari ini ? kamu Halimah ya mahasiswi baru
Acceptance / rapport
Pertanyaan terbuka
Konselor senyum memandang konseli penuh perhatian, ramah


4
Konseli
Em... alhamdulillah baik pak, bapak kenal sya?


Konselor
Tentu saja bapak kan juga memberi kuliah di kelasmu dan bapak akan mencoba untuk bisa mengenal mahasiswa di kampus ini. Tampaknya wajahmu sedih, seperti ada yang mengganggu perasaanmu, apakah bapak salah?
Acceptance/Rapport
Refleksi perasaan
Konselor senyum memandang konseli penuh perhatian, ramah

5
Konseli
Ya begitulah pak...


Konselor
Baiklah apakah sebelumnya kamu pernah mengikuti konseling?

Ramah
6
Konseli
Sudah pak, saya sudah sering mengikuti konseling ketika saya sekolah di MA dan saya sangat percaya dan senang mengikuti konseling


Konselor
Wah... sepertinya kamu sudah banyak mengenal tentang konseling ya....?
Reward / Acceptance
Senyum, ramah
7
Konseli
Ah... tidak juga pak, saya hanya sering mengikuti konseling saja


Konselor
Baiklah kalau begitu, sebelumnya bapak akan menjelaskan bahwa dalam proses konseling ini kita dibatasi oleh waktu, kita hanya memiliki waktu kurang lebih satu jam, kita akan bersama-sama mendiskusikan masalahmu, jika dalam waktu satu jam ini masalahmu belum terpecahkan, maka kita akan lanjutkan diwaktu berikutnya, apakah kamu setuju?


8

Konseli
Ya saya setuju pak...


Konselor
Baiklah, em... bapak liat dari tadi wajahmu nampak sedih dan seperti ada yang mengganggu perasaanmu. Apakah perasaan yang mengganggumu bisa kita bicarakan bersama?
Refleksi perasaan
Pertanyaan tertutup
Memandang konseli
9
Konseli
Saya rasa juga begitu pak...


Konselor
Kalau begitu bapak ingin mendengar sejauh mana perasaan tak enak yang mengganggumu itu?
Pertanyaan terbuka

10
Konseli
Begini pak, saya mengalami beberapa kesulitan dan kecewa menghadapi lingkungan baru di kampus ini, terutama menghadapi pergaulan teman-teman yang bebas tanpa menghiraukan norma agama.


Konselor
Lalu bagaimana?
Leading

11
Konseli
Saya kurang suka dengan pergaulan mereka terlalu bebas, saya tidak terbiasa dengan keadaan ini. Saya kecewa


Konselor
Bisakah kamu menjelaskan lebih jauh mengenai kekecewaanmu?
Eksplorasi perasaan

12
Konseli
Saya kecewa, mereka memandang rendah saya, mereka membanggakan kekayaan, pesta, pergaulan bebas, dan saya dianggap mereka sebagai orang yang sok alim


Konselor
Lalu apa yang kamu lakukan setelah kamu kecewa?
Pertanyaan terbuka
Eksplorasi pengalaman

13
Konseli
Saya diam dan menjauhi mereka


Konselor
Apakah dengan begitu kamu senang?


14
Konseli
Tidak pak, saya tidak senang sama sekali


Konselor
Kalau begitu apakah masalahmu adalah tentang bagaimana menyesuaikan diri di kampus ini?
Mendefinisikan masalah konseli
Konselor senyum memandang konseli
15
Konseli
Ya pak...


Konselor
Baiklah kamu sudah memahami masalahmu, lalu apakah kamu punya cara untuk mengatasi masalah penyesuaian diri terhadap teman-teman baru?
Parafrase
Tersenyum
16
Konseli
Saya masih bingung...


Konselor
Apa maksudmu...?
Leading, pertanyaan tertbuka

17
Konseli
Saya takut terpengaruh dengan pergaulan mereka, karena itu saya mohon petunjuk bapak


konselor
Ketakutan itu tak beralasan, yang penting apakah kamu mampu menyesuaikan diri tanpa kehilangan prinsipmu, saya pikir kamu mampu berfikir dan mengatasinya sendiri, bapak akan membantu
Leading, merumuskan masalah, penggunaan teknik konseling (Humanistik) bahwa setiap individu mampu untuk terus berkembang, mengarahkan diri, kreatif dan mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.
Sikap hangat terhadap konseli
18
Konseli
Mungkin... saya akan mencoba berfikir menyesuaikan diri walaupun itu berat bagi saya


Konselor
Apakah kamu bisa sharing dengan teman dekat untuk memecahkan bersama?

Sikap hangat terhadap konseli
19
Konseli
Mungkin ada, namun saya belum begitu pasti


Konselor
Baiklah, apa kira-kira rencanamu untuk tindak selanjutnya?
Mengarahkan / Leading

20
Konseli
Mungkin saya akan temui teman-teman dekat saya untuk meminta pendapat mereka. Lalu saya akan berbicara kepada orangtua saya mengenai hal ini, setelah itu saya akan menghubungi bapak lagi


Konselor
Bagus, sepertinya kamu sudah dapat mengatasi masalahmu, bagaimana menurutmu?
Reward
Tersenyum, ramah
21
Konseli
Ya, bapak benar bahwa saya bisa mengatasi ini jika saya yakin.


Konselor
Bagaimana perasaanmu setelah kita berdiskusi dan apa kesimpulan dari sesi konseling ini?
Merngkum
Tersenyum
22
Konseli
Saya merasa lega, kecemasan saya agak berkurang. Dan saya mulai tahu langkah-langkah apa saja yang harus saya lakukan


Konselor
Benar dan jangan lupa dalam konseling dibutuhkan keaktifan konseli, dan yang terpenting yakini bahwasanya kamu bisa. Kamu mampu untuk menghadapi sesuatu yang baru tanpa kehilangan prinsipmu. Nah apakah ada ganjalan atau hal yang ingin kamu sampaikan lagi pada bapak?
Merangkum

23
Konseli
Hm... Saya rasa cukup pak... saya mersa lega sekali dan bersemangat



Konselor
Baiklah kalau begitu karena waktu kita terbatas, bagaimana kalau kita tutup pembicaraan ini, dan bapak mengucapkan terimakasih atas kesediaan dan keterbukaan kaamu kepada bapak
Terminasi

24
Konseli
Ya pak... sama-sama, saya juga mengucapkan terimakasih atas kesediaan dan waktu yang bapak berikan kepada saya, sehingga saya mengerti masalah saya dan bagaimana saya harus menyelesaikannya


Konselor
Ya ya ya

Senyum, ramah
25
Konseli
Kalau begitu saya permisi dulu pak, assallamuallaikum...


Konselor
Waallaikumsallam...

Bersalaman dengan konseli

4 Responses so far.

  1. loh mas edy???

  2. Iyaa.. like this yah

  3. cucok cyiiiin :*

  4. yuuuk.....!!!

Poskan Komentar