_________________________________________________________ "hal yang tidak penting, tabu, dan layak untuk diperbincangkan"

Si Tutit

0 Comments Diposkan oleh Eddy Tvllankz Kamis, 28 November 2013 di 00.16



Kalo gw pikir-pikir, gw gak punya rasa prikehewanan coba kalian liat Burung Putih yang mondar-mandir cari perhatian di blog gw (gw beri nama “Tutit”). Kasian doi kesepian, jahat ya gw… harusnya gw kasih pasangan buat doi. Tapi, apalah mau dikata jika Blogger tidak mengijinkan.
Tutit ini berjenis kelamin Pria, kenapa gw kasih nama “Tutit”? yah soalnya doi suka “nguntit” alias suka ngikut ke mana-mana kalo lu buka blog gw.
Tapi doi ini piaraan yang paling setia, doi gak pernah selingkuh (yaiyalah Jomblo), doi gak mau pindah ke blog sebelah (kalaupun ada, itu KW-nya), dan doi tetep jagain blog gw saat gw tinggalin.
Makasih ya Tit udah setia ma akuhh…. Akuh janji bakal kasih temen buat kamuhh….

November 16/2013 bertempat di Garden Palace Hotel Surabaya. Acara di mulai pukul 13.00 WIB. Hari itu adalah hari yang tak terlupakan (mungkin) bagi saya. Bukan karena pada hari itu adalah hari di mana saya akan Wisuda, melainkan hari penuh lika-liku menuju Wisuda.
Ok, jadi gini ceritanya...#Auuuuuww.... Waktu aku bangun jam sudah menunjukan pukul 09.00 pagi. Aku buat secangkir kopi dan aku nikmati sendiri tanpa basa basi aku pergi ke kamar mandi sambil bernyanyi ala Syahrini.

Scene One:
Habis mandi, dandan, tapi gak sarapan langsung capcus jemput Ibu di Salon. Ku pacu sepeda motorku, jarum jam tak mau menunggu, maklum demi Ibu. Sial macet, di tengah perjalanan hujan deras oh sh*t ! gak bawa jas hujan atau bahasa Sepanyol-nya "mantel". Alhasil, basah deh... make-up luntyuuurr cyiintt...

Scene Two:
Sudah sampai, eh belum selesai juga dandanya? oh My God, nunggu. tik tok tik tok tik tok dalam keaadaan basyah akhirnya selesai juga. Gerimis masih mengundang Taksi sudah datang, liat jam... Astaga sudah jam satu?! berangkat cepat !!! Macet.

Scene Theree:
Setelah melawan macet dan dingin, akhirnya sampai juga di tempat tujuan. Langsung berlari kecil menuju lantai 3, syukurlah saya tidak sendiri, saya ditemani seorang gadis dengan kebaya dan tidak tau siapa namanya. Ah sudah lupakan. Sampai di pintu masuk saya disambut Adisty yang dipoles dengan make-up sampai saya tidak mengenalinya dan saya dibantu mengenakan baju Toga, yah maklum sampai lupa memakainya. Oea satu lagi, saya mendapat sambutan yang hangat dan guaple'i dari teman saya Reza hahaha...

Scene Four;
Saat saya masuk ruangan, semua hadirin sudah berdiri dan menyanyikan lagu...entahlah, saya tidak mendengarkan. Mata saya terus "jelalatan" mencari kursi nomor 55, dengan sedikit tidak sopan saya menerobos barisan seperti tanpa dosa. Ah... akhirnya ketemu juga (yeeeeeee :))

Scene Five:
Saat Upacara berlangsung, badan saya bergetar seperti jam wekker dingin seperti di kulkas, wah sepertinya saya masuk angin, badan menggigil atau dalam bahasa Belanda-nya "kathu'en". Untunglah ada Perawat yang langsung memberikan "perawatan" kepada saya. Saat saya naik ke atas "panggung" saya sudah tidak "bergetar" lagi, prosesi berjalan dengan lancar. Tapi ada satu hal yang membuat saya gelisah sejak awal duduk hingga akhir acara, saya tidak tahu di mana Ibu saya.

Scene Six:
Acara selesai.

Ada hal yang menggembirakan dan menyedihkan di balik itu semua. Saya bahagia karena saya bisa ikut Wisuda dengan Sahabat dan Saudara-saudara saya walau sedikit datang terlambat. Saya juga bahagia karena bisa bertemu dengan orang tua mereka, terutama orang tua Saudara saya Erwin Dwi Yono, tapi saya sedih karena...:( acara Wisuda saya tidak dihadiri orang yang saya harapkan kehadirannya. Dia tidak dapat hadir karena keluargnya mendapat musibah dan itu semakin membuat saya bersedih, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, amin...
Hal yang menyedihkan lagi, saya tidak sempat mengabadikan momen ini bersama Sahabat-sahabat saya. Maaf waktu dan keadaan sedikit tidak bersahabat.
Tapi apapun itu saya berterimakasih kepada Allah SWT yang memberikan nikmat-Nya tiada tara. Kepada Ibu saya I am sorry Mom, I can't make you happy. My Longor, You are my everything. Keluarga dan Sahabat-sahabat saya, kalian luarrr biassaaaa..... :D

Jangan diliat malu +__+




My Brother



Air Mata

0 Comments Diposkan oleh Eddy Tvllankz Sabtu, 16 November 2013 di 11.22


Terkadang manusia juga harus menangis, entah pria atau wanita. Entah ketika sedih atau bahagia. Yang jelas semua manusia pasti menangis. "menangislah bila harus menangis karena kita semua manusia". Yah lagu Dewa 19 ini mengungkap bahwasanya manusia itu lumrah untuk menangis. Jangan malu walaupun badan kekar, penuh tatto, rambut gondrong, tindik di mana-mana bukan berarti tidak boleh menangis.

Ilustration
Menangis itu mengeluarkan air mata dan itu dapat membersihkan mata dari kotoran atau debu dan masih banyak manfaat air mata lainnya. Dalam website answersingenesis, penulis artikel Jerry Bergman mengatakan bahwa air mata itu adalah salah satu dari banyak mujizat yang bekerja begitu baik tetapi sayangnya kita terlalu menganggapnya hal yang biasa. Air mata atau menangis itu memiliki banyak manfaat baik secara fisiologis, psikologis maupun spiritual.
Yuk kita nangis?! satu.. dua... tiga...

Tuhan tidak menciptakan sesuatu yang tidak bermanfaat. Coba kita berpikir, apa yang tidak ada manfaatnya di dunia ini? Sekalipun bergunjing itu tidak ada manfaatnya sedikitpun, tapi bagi saya (mungkin juga yang lain) ada manfaatnya. Ketika kita bergunjing atau membicarakan aib orang lain, kita akan mengoreksi pribadi masing-masing. Atau dengan kata lain mengevaluasi diri. Ini berlaku untuk mereka yang sadar rohaninya. Tapi bagi mereka yang merasa puas ketika membicarakan aib orang lain demi kesenangan belaka, itu pribadi yang tidak sehat. 

Bagaimana manfaatnya sesuatu itu tergantung bagaimana rasa syukur kita terhadap-Nya. Menurut saya semakin besar rasa syukur kita, maka semakin besar pula manfaat yang diperoleh.
Mungkin saja saya salah, tapi ini pemikiran saya.



CLBK (Cinta  Lama Bertemu Kembali)
Story One
Sambil menghisap rokok yang akan habis aku berjalan tanpa arah dan tujuan, tiba-tiba ringtone BB ku berdering, “hah? Ngajak ketemuan?”. Senang hati ku riang tak terkira, cinta yang dulu hilang kini kembali pulang. Aku buang rokok ku dan bergegas pulang.
Keesokan harinya, aku menuju sebuah pusat perbelanjaan di Surabaya. Tempat dimana cinta lama ku mengajak bertemu, aku sudah berdandan rapi ala Tom Cruse tapi aku ganti dengan gaya David Beckham, maklum cinta lama ku ngefans dengan Beckham.
Sesampainya di sana, aku langsung melihat sosok ramping dengan t-shirt warna merah jambu tengah duduk di sebuah restoran cepat saji. Tanpa dapat aku tahan rasa rinduku, aku hampiri, “haii..?” aku menyapa, dia menoleh dengan slow-motion… “oh my God….! Bambaaannggg…?” aku bertanya dalam hati. “hayyy… apa kabaar?? Ih rempong deh lemong gak ketemong…” Bambang menyapa ku lalu kami cipika-cipiki.
Berakhirlah penantian panjang ku selama ini, Cinta Lama Bertemu Kembali.



Ayah Jahat !
Story Two
Aku melihat ibu meneteskan air mata lagi. Ini sudah menjadi tontonan setiap hari melihat ibu sperti ini karena Ayah. Kadang juga aku dengar suara efek piring pecah di dapur atau suara pukulan benda tumpul.
Aku tidak tahan dengan keadaan ini, Ayah egois ! aku tahu kita baru pindah ke rumah baru, dan semua perlu dibenahi. Tapi gak gini juga kale…
Tiap hari ibu harus menangis karena terkena debu, piring pecah karena tak sengaja kejatuhan genting, suara bising yang Ayah buat dari palu. Sebenarnya Ayah bisa gak sih renovasi rumah??



Kucing Kesayanganku
Story Three
Miyau, itulah nama kucing kesayanganku, aku menemukannya ketika ia masih sangat kecil di dekat bak sampah tak jauh dari rumahku. Sekarang ia tumbuh besar, bersih, dan sehat.



Aku dan Mie Rasa Ayam Panggang
Story Four
Sejak tadi perutku tak berhenti mengalunkan irama keroncong. Maklum dari tadi pagi belum makan. Lalu aku pergi ke mini market tak jauh dari Kost ku. Maksud hati ingin membeli Roti, namun mata ini tertarik pada tumpukan Mie. Ku pilih satu persatu Mie itu dan pilihanku tertuju pada “Mie Rasa Ayam Panggang”.
Sesampainya di Kost, aku langsung merebus air, setelah mendidih aku buka mie yang telah aku beli tadi. Aku keluarkan semua isi dari bungkusnya, hatiku bertanya-tanya, “mana Ayam Panggangnya? Mana telornya? Kok gak kayak gambar di bungkusnya?” aku bicara sendiri.
Dengan setengah marah dan kecewa aku memaki, “Sial…! Aku ditipu, hmm… tunggu pembalasanku…!” sambil mengangkat alis.



Selamat Tinggal Cinta Pertama
Story Five
Ini kisah ku, aku menjalin asmara dengan Vita sejak lulus SD hingga sekarang, meski kami kini berbeda Kampus, kami masih tinggal satu kota.
Malam ini malam minggu, seperti biasa kami berdua dinner atau sekedar jalan-jalan menikmati indahnya Kota di malam hari.
Aku genggam tangan vita dan berkata, “sayang, kamu tau gak kalo aku itu sayaaaangg banget ma kamu”. Vita tersenyum, semakin lama semakin manis saja senyumnya, aku tatap kedua matanya. Ingin aku mencium bibirnya yang manis itu, tapi itu tidak mungkin karena kami berada di taman kota yang ramai sekali waktu itu.
Lalu Vita melepas genggaman tangannya, dan membelakangiku. “kenapa?” Tanyaku. “gak papa, aku cuman pengen bilang sesuatu tapi malu…”, jawabnya. “bilang aja, kenapa? Kita kan udah pacaran lama kenapa harus malu?”, paksa ku. Kemudian dia berbalik menghadap ke arah ku. “yank, jangan marah yah…?” tanyanya. “marah kenapa?” Tanya ku kembali. “Aku pengen jagung bakar di seberang jalan sana, beliiin…”, sambil merengek manja dia meminta jagung bakar.
Aku bergegas untuk membelikannya, “tunggu di sini yah? Aku bliin dulu” sambil tersenyum manis dia berkata, “makasih sayang kuuuuu….”  Dengan tersenyum aku pergi meninggalkanya.
Ketika aku sedang tawar-menawar harga dengan Penjual Jagung Bakar, tiba-tiba Vita menyusul sambil berlari kecil dia teriak, “jangaan pake teloooorrr….” Dan……. BRRRAAAKKK…!!! “Vitaaaaaaa…..!!!” teriakku melihat kekasihku ditabrak becak.
Darah mengucur deras dari kepalanya, seketika aku berlari dan memeluknya. “Kamu gak papa sayangg?” Tanya ku sambil mengelus rambutnya yang dialiri darah. “a..a..aku gak gak pa…paa kok”, jawabnya terbata-bata. “sayang…kepala mu…” “a.. aku gak pa..pa..yank…” Vita memotong pembicaraan ku. “ma.. ma.. maafin aku, aku sa..sa…sa…yang kaka..kamu…” dan Vita pun menghembuskan nafas terakhirnya. “Viiittttaaaaaaaaaaa…..!!!” teriak ku.

Wisuda (Bahagia atau Tertawa?)

0 Comments Diposkan oleh Eddy Tvllankz di 10.06



WisudaHLAH…

Ada yang bilang Wisuda itu saat-saat yang paling ditunggu, saat-saat membahagiakan. Iya benar, setidaknya bahagia untuk membantu mengurangi “beban” orang tua selama 4 tahun membiayai dengan materi.

Ada yang bilang Wisuda itu akhir dari perjuangan Mahasiswa selama 4 tahun bergelut dengan buku. Iya itu juga benar, bergelut dengan buku di tempat tidur kadang menjadi bantal, kadang juga menjadi kipas saat panas.
“Perjuangan Mahasiswa Selama 4 Tahun” (kadang juga lebih). Benarkah itu? Sebenarnya yang berjuang mati-matian Mahasiswa atau Orang tuanya?

Saat orang tua membiayai dengan materi dan do’a, si anak benar-benar “berjuang”. Berjuang dalam kuliah mengerjakan tugas-tugas kuliah walaupun copy-paste, berjuang masuk kuliah dengan menitip absen dengan teman, berjuang mengerjakan UTS/UAS lewat krepek’an di kertas, berjuang membuat Skripsi walaupun bukan “karya” sendiri bahkan mungkin juga beli, menghabiskan uang SPP lalu apa lagi?

Lembur sampai pagi untuk nonton acara TV? Atau nongkrong di warung kopi? Pacaran? Hang-out bareng teman? Bersenang-senang? Iyah, ini lah “perjuangan”. Memang tidak semua tapi lebih dari sebagian yang demikian.
Jadi “wajar” saat Wisuda banyak yang menulis status di social media dengan kalimat “akhir perjuangan”, “kebahagiaan”, dan bla bla bla.

Apakah kita benar-benar bahagia? Apakah setelah ini kita langsung bekerja? Apakah setelah ini kita tidak lagi membebani Orang tua?
Sesungguhnya disetiap akhir perjuangan telah dimulai perjuangan baru, karena hidup adalah perjuangan. Ituu…. *sambil menunjuk

 




AKU

Aku Pria Jalang
Dari Kumpulannya Yang Terbuang
Aku Kecantol Wanita Jalang
Demi Tubuhnya Kuhambur Uang
Gejolak Hasrat Nafsu Berpetualang
Membuat Masakan Di Rumah Terasa Kurang
Aku Anak Manusia, Aku Anak Malang
Affairku Akhirnya Tercium Orang
Karir Suksesku di DPR Akhirnya Hilang
Karena Ada Kelemahanku Yang Bisa diserang
Semuanya Hancur Gara-gara Selembar kutang
Kepada Siapa Aku Pantas Berang?
Semua Kesalahan Kulimpahkan Kepada Si Jalang
Tetapi Sebenarnya Godaan Si Wanita Jalang
Takkan Mempan Kalau Akunya Sendiri Tidak Jalang!
Kesadaran Selalu Datang Menjelang Petang
Kini Yang Ku-punya Tinggal Tulang
Tapi Sebelum Aku Berpulang
Aku Ingin Berpesan Kepada Sesama Hidung Belang !
Kiamat segera datang...... .!!!!
Tobatlah mulai sekarang......rang..rang. rang..