_________________________________________________________ "hal yang tidak penting, tabu, dan layak untuk diperbincangkan"



Di sepanjang gang maupun jalanan udah mulai ramai, umbul-umbul  atau aksesoris lain yang didominasi oleh warna merah dan putih khas tujuh-belasan sudah  melambai-lambai mirip waria ganjen dipinggiran jalan.
Suasana tujuh-belasan sudah mulai terasa, berbagai kegitan dan lomba yang diadakan warga sudah banyak digelar. Ramai, meriah, penuh suka cita. Ya beginilah Indonesia menjelang hari kemerdekaannya, selalu ramai dan yang pasti banyak jalan/gang di kampung gue ditutup buat kegiatan. Alkisah, kalo mau pulang ke rumah muter-muter dulu kayak kipas angin yang baru aja dimatiin.
Gue inget banget waktu SD gue pernah juara lomba balap karung (bangga). Juara III. *jiaaahh!!!* Gue banggga karena itu pertama dan terakhir kalinya gue dapet juara lomba tujuh-belasan.
Tapi satu hal yang gue gak ngerti, kenapa dari dulu sampai sekarang lombanya ya itu-itu aja. Lomba balap karung, makan kerupuk, panjat pinang, mungkin kalau ada yang terbaru ya lomba joget ala Caesar. Apapun itu yang jelas keakraban antar warga/masyarakat jadi terasa lebih dekat. Suasana ini kayaknya gak berlaku bagi mereka yang Jomblo, Galau, gak bisa Move On, atau Jomblo Galau karena gak bisa Move On. Mungkin mereka berharap akan ada lomba khusus Jomblo yang gak bisa Move On kayak: Lomba Makan Ati, Lomba Lari dari Kenyataan, Lomba Panjat Doa biar dapet pacar, atau Lomba masukin pensil ke ke dalam pantat pacarnya mantan. (hah apa sih?!)

Gue bangga jadi orang Indonesia. Saking bangganya, di KTP gue warga negara gue Indonesia. Gue berharap di usia ke 69 tahun ini negara gue jadi negara yang makmur, gak ada lagi kekerasan, gak ada lagi kerusuhan, gak ada lagi kemiskinan, gak ada lagi pengangguran, gak ada lagi korupsi, dan yang jelas gak ada lagi
pemuda-pemudi Indonesia yang Jomblo, yang suka update status galau di sosial media. Mau jadi apa negara kita kalau pemudanya banyak yang galau? *cieeeeh*

Galau boleh, asal kita tidak diam dalam kesedihan, banyak hal positif yang bisa kita lakukan. Kayak emak gue. Emak gue kalau lagi galau itu aktif, positif, dan inovatif. Suka bersih-bersih rumah, nyapu, ngepel, cuci baju, cuci piring, kalau gak ada piring yang kotor, dikotorin dulu baru dicuci. Makanya tetangga gue seneng kalau emak gue lagi galau. Pasti disuruh datang ke rumah. Kok jadi ngomongin emak gue???

Yang jelas, Selamat Ulang Tahun Negaraku...

Kau Ibu Pertiwiku, jangan galau karena  Bapak Pertiwi yang tak tahu entah kemana...

Semoga Tuhan memberi yang terbaik untuk mu dan kami yang menginjakan kaki di atasmu...

Yang ku beri bukan jam dan cincin, atau pusisi juga kalung hati, maaf... bukannya pelit cuman bingung tar mau lu taruh dimana tu barang.



Hai, udah cukup lama gue (ciee pakek “gue”) gak otak-atik nih blog. Kasian, ibarat rumah nih blog gak pernah disapu, dipel, ditidurin (istri kale) dan gak pernah dimandiin (lho?)
Gue bingung nulis di blog, pakek pulpen, spidol, bahkan pensil 2b faber kastel pun gak bisa, malah layar laptop gue kayak hati gue acak-acakan. Nah... ngomongin soal hati, gue lagi galau (biar kayak ABG jaman sekarang getoh). Gue putus  (huuuuw...) berat sih, sedih jugak. But i am not the only one (apa sih?) yah setidaknya gue gak sendiri, setidaknya para Jomblo di dunia punya temen baru yaitu gue.
Banyak hal yang terjadi setelah kita putus sama pacar kita, misalnya ketika kita makan siang di tempat biasa kita makan berdua ada perubahan yang sangat mencolok yaitu yang biasanya makan dibayarin pacar sekarang harus bayar sendiri (dasar!) nggak becanda kok, tapi serius. Yang biasanya suap-suapan sama pacar, sekarang? Suap-suapan sama temen (cowok lagi) “aaa..aa..pesawatnya mau masuk goa buruan buka mulutnya...aaaeeemmm”.
Dan ada hal-hal yang gak pengen kita rasain tapi maksa harus kita rasain. Yah, Jomblo.
Tapi gue gak mau disebut “jomblo”, gue lebih suka disebut “single”. Soalnya kalo ditanya orang jawabnya enak, “Lu single udah berapa lama?”
“yah kurang lebih 3 atau 4 bulan”
“gak bosen apa tiap bulan single terus?”
“agak bosen sih, makanya bulan depan mau buat Album”
Galau membuat gue jadi sering dengerin lagu-lagu mellow. Tapi gak jarang juga dengerin lagu yang ngingetin kita sama mantan.
Kayak lagu “gugur bunga” atau yang satu ini, ehemm... do... do... ok, dariii yakiiin kuuu teguuuhh....”
Tapi gue move on kok, kata orang kalo mau move on jangan nyimpen foto mantan di HP. Gue gak pernah nyimpen foto mantan di HP, gue nyimpen di dompet (sama ajaa!!!)
Hal yang gue sesalkan adalah gue gak peka, gue gak memberi ruang yang nyaman ketika dia butuh tempat beristirahat, sehingga dia terpaksa untuk mencari ruang yang lebih luas dan nyaman.
(backsound: aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi...) Kok jadi mellow gini yah?
Dari peristiwa yang gue alami dan gak pernah gue lupain ini muncul satu pertanyaan.
Kira-kira Tinky Winky itu laki-laki apa perempuan yah?
 http://blog.reidreport.com/wp-content/uploads/2013/12/tinky-winky.jpgGue baca di sini

Si Tutit

0 Comments Diposkan oleh Eddy Tvllankz Kamis, 28 November 2013 di 00.16



Kalo gw pikir-pikir, gw gak punya rasa prikehewanan coba kalian liat Burung Putih yang mondar-mandir cari perhatian di blog gw (gw beri nama “Tutit”). Kasian doi kesepian, jahat ya gw… harusnya gw kasih pasangan buat doi. Tapi, apalah mau dikata jika Blogger tidak mengijinkan.
Tutit ini berjenis kelamin Pria, kenapa gw kasih nama “Tutit”? yah soalnya doi suka “nguntit” alias suka ngikut ke mana-mana kalo lu buka blog gw.
Tapi doi ini piaraan yang paling setia, doi gak pernah selingkuh (yaiyalah Jomblo), doi gak mau pindah ke blog sebelah (kalaupun ada, itu KW-nya), dan doi tetep jagain blog gw saat gw tinggalin.
Makasih ya Tit udah setia ma akuhh…. Akuh janji bakal kasih temen buat kamuhh….

November 16/2013 bertempat di Garden Palace Hotel Surabaya. Acara di mulai pukul 13.00 WIB. Hari itu adalah hari yang tak terlupakan (mungkin) bagi saya. Bukan karena pada hari itu adalah hari di mana saya akan Wisuda, melainkan hari penuh lika-liku menuju Wisuda.
Ok, jadi gini ceritanya...#Auuuuuww.... Waktu aku bangun jam sudah menunjukan pukul 09.00 pagi. Aku buat secangkir kopi dan aku nikmati sendiri tanpa basa basi aku pergi ke kamar mandi sambil bernyanyi ala Syahrini.

Scene One:
Habis mandi, dandan, tapi gak sarapan langsung capcus jemput Ibu di Salon. Ku pacu sepeda motorku, jarum jam tak mau menunggu, maklum demi Ibu. Sial macet, di tengah perjalanan hujan deras oh sh*t ! gak bawa jas hujan atau bahasa Sepanyol-nya "mantel". Alhasil, basah deh... make-up luntyuuurr cyiintt...

Scene Two:
Sudah sampai, eh belum selesai juga dandanya? oh My God, nunggu. tik tok tik tok tik tok dalam keaadaan basyah akhirnya selesai juga. Gerimis masih mengundang Taksi sudah datang, liat jam... Astaga sudah jam satu?! berangkat cepat !!! Macet.

Scene Theree:
Setelah melawan macet dan dingin, akhirnya sampai juga di tempat tujuan. Langsung berlari kecil menuju lantai 3, syukurlah saya tidak sendiri, saya ditemani seorang gadis dengan kebaya dan tidak tau siapa namanya. Ah sudah lupakan. Sampai di pintu masuk saya disambut Adisty yang dipoles dengan make-up sampai saya tidak mengenalinya dan saya dibantu mengenakan baju Toga, yah maklum sampai lupa memakainya. Oea satu lagi, saya mendapat sambutan yang hangat dan guaple'i dari teman saya Reza hahaha...

Scene Four;
Saat saya masuk ruangan, semua hadirin sudah berdiri dan menyanyikan lagu...entahlah, saya tidak mendengarkan. Mata saya terus "jelalatan" mencari kursi nomor 55, dengan sedikit tidak sopan saya menerobos barisan seperti tanpa dosa. Ah... akhirnya ketemu juga (yeeeeeee :))

Scene Five:
Saat Upacara berlangsung, badan saya bergetar seperti jam wekker dingin seperti di kulkas, wah sepertinya saya masuk angin, badan menggigil atau dalam bahasa Belanda-nya "kathu'en". Untunglah ada Perawat yang langsung memberikan "perawatan" kepada saya. Saat saya naik ke atas "panggung" saya sudah tidak "bergetar" lagi, prosesi berjalan dengan lancar. Tapi ada satu hal yang membuat saya gelisah sejak awal duduk hingga akhir acara, saya tidak tahu di mana Ibu saya.

Scene Six:
Acara selesai.

Ada hal yang menggembirakan dan menyedihkan di balik itu semua. Saya bahagia karena saya bisa ikut Wisuda dengan Sahabat dan Saudara-saudara saya walau sedikit datang terlambat. Saya juga bahagia karena bisa bertemu dengan orang tua mereka, terutama orang tua Saudara saya Erwin Dwi Yono, tapi saya sedih karena...:( acara Wisuda saya tidak dihadiri orang yang saya harapkan kehadirannya. Dia tidak dapat hadir karena keluargnya mendapat musibah dan itu semakin membuat saya bersedih, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, amin...
Hal yang menyedihkan lagi, saya tidak sempat mengabadikan momen ini bersama Sahabat-sahabat saya. Maaf waktu dan keadaan sedikit tidak bersahabat.
Tapi apapun itu saya berterimakasih kepada Allah SWT yang memberikan nikmat-Nya tiada tara. Kepada Ibu saya I am sorry Mom, I can't make you happy. My Longor, You are my everything. Keluarga dan Sahabat-sahabat saya, kalian luarrr biassaaaa..... :D

Jangan diliat malu +__+




My Brother



Air Mata

0 Comments Diposkan oleh Eddy Tvllankz Sabtu, 16 November 2013 di 11.22


Terkadang manusia juga harus menangis, entah pria atau wanita. Entah ketika sedih atau bahagia. Yang jelas semua manusia pasti menangis. "menangislah bila harus menangis karena kita semua manusia". Yah lagu Dewa 19 ini mengungkap bahwasanya manusia itu lumrah untuk menangis. Jangan malu walaupun badan kekar, penuh tatto, rambut gondrong, tindik di mana-mana bukan berarti tidak boleh menangis.

Ilustration
Menangis itu mengeluarkan air mata dan itu dapat membersihkan mata dari kotoran atau debu dan masih banyak manfaat air mata lainnya. Dalam website answersingenesis, penulis artikel Jerry Bergman mengatakan bahwa air mata itu adalah salah satu dari banyak mujizat yang bekerja begitu baik tetapi sayangnya kita terlalu menganggapnya hal yang biasa. Air mata atau menangis itu memiliki banyak manfaat baik secara fisiologis, psikologis maupun spiritual.
Yuk kita nangis?! satu.. dua... tiga...

Tuhan tidak menciptakan sesuatu yang tidak bermanfaat. Coba kita berpikir, apa yang tidak ada manfaatnya di dunia ini? Sekalipun bergunjing itu tidak ada manfaatnya sedikitpun, tapi bagi saya (mungkin juga yang lain) ada manfaatnya. Ketika kita bergunjing atau membicarakan aib orang lain, kita akan mengoreksi pribadi masing-masing. Atau dengan kata lain mengevaluasi diri. Ini berlaku untuk mereka yang sadar rohaninya. Tapi bagi mereka yang merasa puas ketika membicarakan aib orang lain demi kesenangan belaka, itu pribadi yang tidak sehat. 

Bagaimana manfaatnya sesuatu itu tergantung bagaimana rasa syukur kita terhadap-Nya. Menurut saya semakin besar rasa syukur kita, maka semakin besar pula manfaat yang diperoleh.
Mungkin saja saya salah, tapi ini pemikiran saya.



CLBK (Cinta  Lama Bertemu Kembali)
Story One
Sambil menghisap rokok yang akan habis aku berjalan tanpa arah dan tujuan, tiba-tiba ringtone BB ku berdering, “hah? Ngajak ketemuan?”. Senang hati ku riang tak terkira, cinta yang dulu hilang kini kembali pulang. Aku buang rokok ku dan bergegas pulang.
Keesokan harinya, aku menuju sebuah pusat perbelanjaan di Surabaya. Tempat dimana cinta lama ku mengajak bertemu, aku sudah berdandan rapi ala Tom Cruse tapi aku ganti dengan gaya David Beckham, maklum cinta lama ku ngefans dengan Beckham.
Sesampainya di sana, aku langsung melihat sosok ramping dengan t-shirt warna merah jambu tengah duduk di sebuah restoran cepat saji. Tanpa dapat aku tahan rasa rinduku, aku hampiri, “haii..?” aku menyapa, dia menoleh dengan slow-motion… “oh my God….! Bambaaannggg…?” aku bertanya dalam hati. “hayyy… apa kabaar?? Ih rempong deh lemong gak ketemong…” Bambang menyapa ku lalu kami cipika-cipiki.
Berakhirlah penantian panjang ku selama ini, Cinta Lama Bertemu Kembali.



Ayah Jahat !
Story Two
Aku melihat ibu meneteskan air mata lagi. Ini sudah menjadi tontonan setiap hari melihat ibu sperti ini karena Ayah. Kadang juga aku dengar suara efek piring pecah di dapur atau suara pukulan benda tumpul.
Aku tidak tahan dengan keadaan ini, Ayah egois ! aku tahu kita baru pindah ke rumah baru, dan semua perlu dibenahi. Tapi gak gini juga kale…
Tiap hari ibu harus menangis karena terkena debu, piring pecah karena tak sengaja kejatuhan genting, suara bising yang Ayah buat dari palu. Sebenarnya Ayah bisa gak sih renovasi rumah??



Kucing Kesayanganku
Story Three
Miyau, itulah nama kucing kesayanganku, aku menemukannya ketika ia masih sangat kecil di dekat bak sampah tak jauh dari rumahku. Sekarang ia tumbuh besar, bersih, dan sehat.



Aku dan Mie Rasa Ayam Panggang
Story Four
Sejak tadi perutku tak berhenti mengalunkan irama keroncong. Maklum dari tadi pagi belum makan. Lalu aku pergi ke mini market tak jauh dari Kost ku. Maksud hati ingin membeli Roti, namun mata ini tertarik pada tumpukan Mie. Ku pilih satu persatu Mie itu dan pilihanku tertuju pada “Mie Rasa Ayam Panggang”.
Sesampainya di Kost, aku langsung merebus air, setelah mendidih aku buka mie yang telah aku beli tadi. Aku keluarkan semua isi dari bungkusnya, hatiku bertanya-tanya, “mana Ayam Panggangnya? Mana telornya? Kok gak kayak gambar di bungkusnya?” aku bicara sendiri.
Dengan setengah marah dan kecewa aku memaki, “Sial…! Aku ditipu, hmm… tunggu pembalasanku…!” sambil mengangkat alis.



Selamat Tinggal Cinta Pertama
Story Five
Ini kisah ku, aku menjalin asmara dengan Vita sejak lulus SD hingga sekarang, meski kami kini berbeda Kampus, kami masih tinggal satu kota.
Malam ini malam minggu, seperti biasa kami berdua dinner atau sekedar jalan-jalan menikmati indahnya Kota di malam hari.
Aku genggam tangan vita dan berkata, “sayang, kamu tau gak kalo aku itu sayaaaangg banget ma kamu”. Vita tersenyum, semakin lama semakin manis saja senyumnya, aku tatap kedua matanya. Ingin aku mencium bibirnya yang manis itu, tapi itu tidak mungkin karena kami berada di taman kota yang ramai sekali waktu itu.
Lalu Vita melepas genggaman tangannya, dan membelakangiku. “kenapa?” Tanyaku. “gak papa, aku cuman pengen bilang sesuatu tapi malu…”, jawabnya. “bilang aja, kenapa? Kita kan udah pacaran lama kenapa harus malu?”, paksa ku. Kemudian dia berbalik menghadap ke arah ku. “yank, jangan marah yah…?” tanyanya. “marah kenapa?” Tanya ku kembali. “Aku pengen jagung bakar di seberang jalan sana, beliiin…”, sambil merengek manja dia meminta jagung bakar.
Aku bergegas untuk membelikannya, “tunggu di sini yah? Aku bliin dulu” sambil tersenyum manis dia berkata, “makasih sayang kuuuuu….”  Dengan tersenyum aku pergi meninggalkanya.
Ketika aku sedang tawar-menawar harga dengan Penjual Jagung Bakar, tiba-tiba Vita menyusul sambil berlari kecil dia teriak, “jangaan pake teloooorrr….” Dan……. BRRRAAAKKK…!!! “Vitaaaaaaa…..!!!” teriakku melihat kekasihku ditabrak becak.
Darah mengucur deras dari kepalanya, seketika aku berlari dan memeluknya. “Kamu gak papa sayangg?” Tanya ku sambil mengelus rambutnya yang dialiri darah. “a..a..aku gak gak pa…paa kok”, jawabnya terbata-bata. “sayang…kepala mu…” “a.. aku gak pa..pa..yank…” Vita memotong pembicaraan ku. “ma.. ma.. maafin aku, aku sa..sa…sa…yang kaka..kamu…” dan Vita pun menghembuskan nafas terakhirnya. “Viiittttaaaaaaaaaaa…..!!!” teriak ku.